MANAJEMEN MEDIA MASSA (Part 2)
Dalam membentuk sebuah perusahaan, setidaknya perusahaan harus mempunyai empat elemen penting. Elemen-elemen tersebut adalah visi, misi, tujuan, dan sasaran.
Visi merupakan sebuah kalimat mengenai cita-cita besar sebuah perusahaan. Biasanya visi mengungkapkan keinginan dari seorang pemimpin perusahaan untuk apa yang ingin dicapainya dalam membentuk perusahaan tersebut.
Misi adalah langkah-langkah yang diuraikan dan dipoinkan untuk mencapai tujuan besar dari perusahaan (visi). Tujuan biasanya berpedoman pada visi. Tujuan tidak boleh melenceng dari visi yang telah dibuat, karena hasil akhirnya pasti akan berbeda.
Sasaran adalah tujuan yang dapat diukur. Sasaran merupakan arah dari perusahaan atau strategi dari perusahaan. Sasaran terfokus kepada empat elemen yaitu modal, sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), dan teknologi (EQ). Sumber daya alam bersifat tidak menentu karena sumber daya alam biasanya tergantung oleh waktu.
Penyusunan dari visi hingga sasaran disebut sebagai Perencanaan strategis. Perbedaan perencanaan strategis dan perencanaan biasa terletak pada tahap pencapaian, waktu, dan modal. Kerugian dari perencanaan strategis adalah akan ada bayaran (cost) yang mahal apabila tujuan perusahaan berubah dan langkah panjang yang ditempuh setelah perubahan tujuan terkesan sia-sia. Rencana adalah uraian tentang apa yang ingin kita capai dan diumumkan ke kolega. Rencana harus mempunyai poin-poin detail. Rencana jangka panjang berkisar antara 5 hingga 10 tahun, rencana jangka menengah berkisar antara 1 hingga 5 tahun, dan rencana jangka pendek berkisar antara 1 minggu hingga xx bulan.
Tidak semua rencana dapat terlaksana. Perusahaan harus mempunyai plan B, tetapi tidak jauh-jauh dari rencana awal. Oleh karena itu, dibutuhkan rencana taktis. Rencana taktis adalah langkah-langkah yang diambil biasanya menyimpang dari strategis, tapi tidak terlalu jauh menyimpang. Kata lainnya adalah improvisasi. Fungsi dari rencana taktis adalah menghindari halangan dan mengecoh pihak lain.
Sebuah perusahaan juga harus memperhatikan Return of Investment (ROI). ROI adalah ukuran untuk mengukur keberhasilan perusahaan. ROI dihitung dengan cara laba bersih dibagi dengan modal yang ditanam dan dikalikan dengan 100%. Standar keuntungan dari sebuah perusahaan biasanya 10%-20%. Apabila kurang dari nila tersebut, maka perusahaan dianggap merugi.
Dalam membentuk sebuah perusahaan, setidaknya perusahaan harus mempunyai empat elemen penting. Elemen-elemen tersebut adalah visi, misi, tujuan, dan sasaran.
Visi merupakan sebuah kalimat mengenai cita-cita besar sebuah perusahaan. Biasanya visi mengungkapkan keinginan dari seorang pemimpin perusahaan untuk apa yang ingin dicapainya dalam membentuk perusahaan tersebut.
Misi adalah langkah-langkah yang diuraikan dan dipoinkan untuk mencapai tujuan besar dari perusahaan (visi). Tujuan biasanya berpedoman pada visi. Tujuan tidak boleh melenceng dari visi yang telah dibuat, karena hasil akhirnya pasti akan berbeda.
Sasaran adalah tujuan yang dapat diukur. Sasaran merupakan arah dari perusahaan atau strategi dari perusahaan. Sasaran terfokus kepada empat elemen yaitu modal, sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), dan teknologi (EQ). Sumber daya alam bersifat tidak menentu karena sumber daya alam biasanya tergantung oleh waktu.
Penyusunan dari visi hingga sasaran disebut sebagai Perencanaan strategis. Perbedaan perencanaan strategis dan perencanaan biasa terletak pada tahap pencapaian, waktu, dan modal. Kerugian dari perencanaan strategis adalah akan ada bayaran (cost) yang mahal apabila tujuan perusahaan berubah dan langkah panjang yang ditempuh setelah perubahan tujuan terkesan sia-sia. Rencana adalah uraian tentang apa yang ingin kita capai dan diumumkan ke kolega. Rencana harus mempunyai poin-poin detail. Rencana jangka panjang berkisar antara 5 hingga 10 tahun, rencana jangka menengah berkisar antara 1 hingga 5 tahun, dan rencana jangka pendek berkisar antara 1 minggu hingga xx bulan.
Tidak semua rencana dapat terlaksana. Perusahaan harus mempunyai plan B, tetapi tidak jauh-jauh dari rencana awal. Oleh karena itu, dibutuhkan rencana taktis. Rencana taktis adalah langkah-langkah yang diambil biasanya menyimpang dari strategis, tapi tidak terlalu jauh menyimpang. Kata lainnya adalah improvisasi. Fungsi dari rencana taktis adalah menghindari halangan dan mengecoh pihak lain.
Sebuah perusahaan juga harus memperhatikan Return of Investment (ROI). ROI adalah ukuran untuk mengukur keberhasilan perusahaan. ROI dihitung dengan cara laba bersih dibagi dengan modal yang ditanam dan dikalikan dengan 100%. Standar keuntungan dari sebuah perusahaan biasanya 10%-20%. Apabila kurang dari nila tersebut, maka perusahaan dianggap merugi.