Minggu, 06 November 2016

Pembentukan Sebuah Perusahaan

MANAJEMEN MEDIA MASSA (Part 2)

Dalam membentuk sebuah perusahaan, setidaknya perusahaan harus mempunyai empat elemen penting. Elemen-elemen tersebut adalah visi, misi, tujuan, dan sasaran.

Visi merupakan sebuah kalimat mengenai cita-cita besar sebuah perusahaan. Biasanya visi mengungkapkan keinginan dari seorang pemimpin perusahaan untuk apa yang ingin dicapainya dalam membentuk perusahaan tersebut.

Misi adalah langkah-langkah yang diuraikan dan dipoinkan untuk mencapai tujuan besar dari perusahaan (visi). Tujuan biasanya berpedoman pada visi. Tujuan tidak boleh melenceng dari visi yang telah dibuat, karena hasil akhirnya pasti akan berbeda.

Sasaran adalah tujuan yang dapat diukur. Sasaran merupakan arah dari perusahaan atau strategi dari perusahaan. Sasaran terfokus kepada empat elemen yaitu modal, sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), dan teknologi (EQ). Sumber daya alam bersifat tidak menentu karena sumber daya alam biasanya tergantung oleh waktu.

Penyusunan dari visi hingga sasaran disebut sebagai Perencanaan strategis. Perbedaan perencanaan strategis dan perencanaan biasa terletak pada tahap pencapaian, waktu, dan modal. Kerugian dari perencanaan strategis adalah akan ada bayaran (cost) yang mahal apabila tujuan perusahaan berubah dan langkah panjang yang ditempuh setelah perubahan tujuan terkesan sia-sia. Rencana adalah uraian tentang apa yang ingin kita capai dan diumumkan ke kolega. Rencana harus mempunyai poin-poin detail. Rencana jangka panjang berkisar antara 5 hingga 10 tahun, rencana jangka menengah berkisar antara 1 hingga 5 tahun, dan rencana jangka pendek berkisar antara 1 minggu hingga xx bulan.

Tidak semua rencana dapat terlaksana. Perusahaan harus mempunyai plan B, tetapi tidak jauh-jauh dari rencana awal. Oleh karena itu, dibutuhkan rencana taktis. Rencana taktis adalah langkah-langkah yang diambil biasanya menyimpang dari strategis, tapi tidak terlalu jauh menyimpang. Kata lainnya adalah improvisasi. Fungsi dari rencana taktis adalah menghindari halangan dan mengecoh pihak lain.

Sebuah perusahaan juga harus memperhatikan Return of Investment (ROI).  ROI adalah ukuran untuk mengukur keberhasilan perusahaan. ROI dihitung dengan cara laba bersih dibagi dengan modal yang ditanam dan dikalikan dengan 100%. Standar keuntungan dari sebuah perusahaan biasanya 10%-20%. Apabila kurang dari nila tersebut, maka perusahaan dianggap merugi.

Pengertian Manajemen Media Massa

MANAJEMEN MEDIA MASSA (Part 1)

Manajemen merupakan sebuah kegiatan untuk mencapai apa yang telah diatur dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. Jadi, manajemen media massa adalah cara untuk mengelola sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya teknologinya.

Media massa terbagi menjadi media massa komersial dan media massa sosial. Media massa sosial adalah media massa yang belakangan ini dikenal dengan nama media sosial (Medsos). Media massa komersial terbagi lagi menjadi media massa cetak dan media massa elektronik.

Media massa cetak adalah media massa yang penerbitannya dalam wujud fisik (nyata) seperti koran, majalah, dan tabloid. Media massa elektronik adalah media massa yang dalam penyampaian informasinya melalui sebuah transmisi atau jaringan untuk mengakses wilayah yang telah ditentukan. Contoh dari media massa elektronik televisi dan radio.
Diantara kedua jenis media massa komersial tersebut, terdapat satu jenis lagi media massa komersial. Yaitu media massa banci. Media massa banci adalah media massa yang merupakan peralihan antara cetak dan elektronik. Contohnya adalah media massa cetak yang dimuat didalam sebuah situs web atau jaringan internet.

Sekedar informasi, media massa cetak yang pertama kali mengakui media eletronik adalah Washington Post. Awal tahun 90an, Washington Post mengenalkan digital ink. Digital ink akan memasukkan semua file atau data kedalam sebuah server. Dengan sambungan internet (dial-up), kita dapat mengetahui data-data apa saja yang ada didalam server.

Perbedaan dari media massa komersial dan media massa sosial yaitu media massa sosial tidak mementingkan akurasi data karena media massa sosial lebih bersifat terbuka dan bebas. Sedangkan media massa komersial membutuhkan akurasi data dalam penyampaian sebuah informasi.

Media berita sekarang ini harus mempunyai situs web dengan tujuan untuk mudah mengupdate setiap perkembangan dari suatu isu atau masalah.