Rabu, 28 Desember 2016

MANAJEMEN MEDIA MASSA

Aset

Aset merupakan semua hal yang perusahaan kita miliki.  Aset terbagi menjadi tiga, yaitu aset fixed asset, current asset, dan lintangible asset.

Fixed asset atau dengan sebutan lain aset tetap adalah aset-aset perusahaan yang berupa gedung, tanah, kendaraan, dan lain sebagainya. Sebuah benda dapat dikatakan sebagai Aset tetap apabila ketika dipindahtangankan harus melalui tahapan-tahapan tertentu.

Current Aset atau Aset sementara adalah aset yang dimiliki oleh perusahaan berupa uang atau tabungan. Aset sementara juga dapat berupa uang cek.

Lintagible asset atau aset tak terlihat adalah aset-aset yang berupa ide, konsep, hak cipta, hak milik, dan Hak Kekayaan Intelektual.

Selain aset-aset, dalam pembentukan perusahaan baru, kita juga harus memikirkan hutang kepada pihak eksternal. Hutang dalam jenjang waktunya, dibagi menjadi tiga yaitu hutang jangka panjang, hutang jangka menengah, dan hutang jangka pendek. Semua hutang-hutang ini dinamakan dengan Liabilities atau kewajiban dari perusahaan.

Ada juga yang dinamakan penyusutan dan leasing. Leasing adalah proses pembelian suatu barang atau benda, tetapi dengan melalui tahapan menyewa terlebih dahulu. Pada beberapa situasi, biasanya sang penyewa yang telah menyewa suatu barang selama bertahun-tahun, akan membeli barang tersebut apabila penyewa menganggap bahwa barang itu penting untuknya.

Penyusutan sebenarnya hampir sama dengan cicilan, tetapi yang membedakannya adalah penyusutan terjadi ketika kita telah membeli suatu barang dengan harga tertentu terlebih dahulu, dan harga tersebut akan dibagi pertahun dengan jenjang waktu yang telah ditentukan untuk persiapan pembelian barang tersebut (lagi) apabila barangnya sudah tidak berfungsi.

Untuk menghitung harta atau modal (equitas) dari sebuah perusahaan adalah dengan cara total aset kita dikurangi dengan total kewajiban kita. Untuk menghitung keuntungan perusahaan yaitu dengan cara total penjualan dikurangi dengan biaya / modal awal.

Dalam melihat dan mengendalikan keuangan disebuah perusahaan, yang dibutuhkan adalah perhitungan Neraca (balance sheet), Laporan laba-rugi (profit-loss report), dan Kas Mengalir (Cash flow). Neraca biasanya digunakan untuk melihat besarnya modal pada kurun waktu tertentu. Laporan laba-rugi digunakan untuk melihat untung-rugi perusahaan pada periode tertentu. Kas mengalir digunakan untuk melihat apakah perusahaan masih memiliki uang didalam kas atau tidak. Neraca isinya lebih kompleks daripada laporan laba-rugi dan kas mengalir karena didalam neraca terdapat modal, equitas, hutang/liabilitas, dan aset.

Contoh perhitungan keuangan

Senin, 12 Desember 2016

MANAJEMEN MEDIA MASSA

Pengambilan Keputusan

Pengambilan Keputusan muncul ketika kita dihadapkan kepada sebuah pilihan atau kesulitan. Pengambilan keputusan dan perencanaan merupakan dua hal yang saling berhimpitan. Biasanya terdapat di manajerial. Intinya, apabila sudah ditetapkan sebuah keputusan, maka selanjutnya adalah perencanaan.

Pohon keputusan adalah penjabaran mengenai pengambilan keputusan. Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah sebuah metode pengambilan keputusan dengan cara memberdah satu per satu hingga mendapatkan komponen yang paling berpengaruh. AHP hanya membedah komponen penting di internal.

Analytical Network Process adalah metode pengambilan keputusan dengan memperhatikan komponen-komponen tambahan yang mempengaruhi komponen lainnya (lebih kompleks). Maupun AHP atau ANP, keduanya membutuhkan pembagian persentase yang tepat sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Statistik adalah sebuah metode pengambilan keputusan dengan cara uji hipotesa.

Situasi krisis adalah situasi yang menganut beberapa faktor berikut :
1. Bahan baku kurang;                             6. Terdapat sebuah bencana;
2. Modal kurang;                                       7. Reputasi berkurang atau terus menurun;
3. Sumber Daya Manusia kurang;            8. Nilai tukar rupiah naik;
4. Teknis kurang;                                      9. Energi kurang.
5. Pasar kurang berminat;

Faktor-faktor pasti yang didapatkan dapat dihitung melalui Simulasi Managerial Krisis.
Pengumpulan data -> Pemilihan data -> Penetapan -> Penyusutan -> Menyatakan rencana -> Umpan balik (feedbak). Setelah feedback, biasanya akan berbalik lagi ke data. Hal inilah yang disebut dengan perencanaan. Setelah perencanaan, maka ada yang namanya Eksekusi. Yaitu melakukan hal-hal sesuai dengan apa yang sudah direncakan sebelumnya.

Rubrikasi terbagi menjadi :
1. Ekonomi (ketenagakerjaan);
2. Politik (DPR, Kementrian, Pemerintahan);
3. Metropolitan :
    a. Segala peristiwa yang menyangkut Ibu Kota;
    b. Transportasi umum;
    c. Layanan Publik;
    d. Kecelakaan;
    e. Kebutuhan.
4. Budaya (kesenian, pendidikan, kemanusiaan);
5. Nusantara (berita diluar daerah ibu kota).


Sumber Daya Manusia

Karyawan di departemen redaksi umumnya karyawan tetap. Koresponden merupakan karyawan tidak tetap tetapi masih memiiki kontrak dengan sebuah perusahaan media untuk meliput berita. Koresponden biasanya beraksi diluar daerah cakupan media tersebut. Tidak seperti wartawan, koresponden dibayar apabila koresponden tersebut membuat laporan dan laporan tersebut layak dimuat. Apabila tidak memberikan laporan selama 1-3 bulan, maka koresponden tersebut akan dipecat.

Reporter memiliki kontrak selama 1-2 tahun. Reporter tersebut harus pintar dan lihai dalam menulis, membaca, berbicara, wawancara, mendengar, dan berpikir secara logis/kritis. Reporter juga harus mempunyai keberanian, kemampuan menggunakan gadget, keahlian membaca cepat dan terbalik, serta keahlian pelacakan dan pencurigaan.

Sejarah penulisan segitiga terbalik berawal dari muatan berita di surat kabar terkesan "lebih" atau tidak rapih. Demi terwujudnya kerapihan tersebut, maka bagian yang lebih harus dipotong karena terkesan tidak penting.

Media massa tergantung dari teknologi dan sumber daya manusia karena media massa padat karya dan padat modal.Dalam pembuatan sebuah file berita, media massa harus melalui beberapa tahapan seperti berikut :
1. Audio dan visual dari hasil wawancara dan juga pengambilan gambar langsung di TKP harus disimpan;
2. Reporter harus mengumpulkan data dan fakta sebanyak-banyaknya untuk memperkuat data yang diterima;
3. Setelah data dan fakta terkumpul, reporter harus mengetik menjadi sebuah laporan atau naskah.
4. Setelah naskah dan audio visual selesai, maka akan disatukan oleh seorang editor menjadi sebuah kesatuan yang disebut FILE.

Segmen merupakan gabungan dari file package. Program acara terdiri dari bebrapa segmen. File package dibuat oleh reporter karena reporter yang paling tahu mengenai semua datanya.

Undang-Undang Pendirian Perusahaan Media Massa
1. UU Perseroan Terbatas;
2. UU Pokok Pers; 
3. UU Pokok Penyiaran;
4. UU ITE;
5. UU Pajak;
6. UU Kekayaan Intelektual;
7. UU Perlindungan Ketenagakerjaan;
8. UU HAKKI;
9. KUHPidana
10. KUHPerdata.

Hak Kekayaan Intelektual (HAKKI)

Harga untuk kepemilikan dan harga untuk komersial tentunya berbeda dari suatu karya.

KUHPidana : Memberitakan hal-hal yang dapat menyebabkan kericuhan. Perusahaan atau perseroan yang berhubungan dengan negara (kepatuhan).
KUHPerdata : Individu yang berhubungan dengan individu lain.

Perusahaan Media harus mematuhi hukum, norma, dan etika. Pelanggaran etika tidak ada hukum pidananya. Etika adalah rumusan-rumusan atau moral tentang patut atau tidak patut. Kode etik adalah satu set aturan moral tentang patut atau tidak patut yang ditetapkan oleh sekelompok orang profesional. Kode etik teruntuk profesi yang menyangkut nama orang lain. Ciri khas ada tidaknya kode etik adalah ada tidaknya dewan kehormatan.

Pasar Media

MANAJEMEN MEDIA MASSA (Part 3)

Pasar media terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pasar informasi. pasar iklan, dan pasar intelektual. Ketiga pasar tersebut disingkat menjadi Pasar 3I. Pasar informasi adalah pasar yang menjual informasi terpercaya dan terkatual kepada masyarakat (trust). Pasar iklan adalah pasar yang tidak melihat "trust" ,melainkan "income". Pasar iklan dalam beriklan biasanya melihat keuntungan yang diperoleh oleh sebuah perusahaan media. Contohnya adalah perusahaan media cetak yang dilihat dari oplah yang didapatkan. Untuk perusahaan media elektronik, keuntungannya dilihat dari rating yang didapatkan.

Selain ketiga jenis pasar media diatas, terdapat sebuah pasar yang berguna sebagai tempat pengembalian barang yang tidak laku. Pasar media tersebut adalah pasar barang bekas. Pasar barang bekas biasanya berguna untuk "returning" koran atau media cetak yang tidak laku. Koran sore tidak direkomendasikan untuk dipasarkan didaerah pedesaan. Melihat jarak yang ditempuh dan waktu yang terbuang.

Untuk pasar informasi :
Parameter untuk membuat sebuah perusahaan yang laku adalah :
     1. Konsumen atau sasaran yang dituju dalam pembuatan sebuah perusahaan;
     2. Informasi dan konten yang diberikan dapat dipercaya atau tidak;
     3. Informasi mengenai kebutuhan pelanggan harus diperhatikan.

Yang harus diperhatikan dalam pasar informasi adalah :
     1. Hal-hal atau isu-isu yang dekat dengan kita (Proximity atau Geografis);
     2. Informasi yang up to date dan terpercaya;
     3. Ekonomi masyarakat;
     4. Demografis.

Untuk pasar iklan :
     1. Yang diperhatikan adalah rating atau tiras dari sebuah perusahaan media;
     2. Cost Per Mil (CPM) yang dikeluarkan untuk mencapai satu mil;
     3. Harus diperhatikan juga sikap politik. bila isi pemberitaannya terkesan negatif, maka akan sulit mendapatkan iklan;
     4. Harus melakukan riset pasar :
          a. Riset Geografis;
          b. Riset Demografis;
          c. Pengumpulan data yang lebih lengkap lagi;
          d. Nilai tukar rupiah terhadap mata uang lain;
          e. Ketersediaan sumber daya;
          f. modal

Minggu, 06 November 2016

Pembentukan Sebuah Perusahaan

MANAJEMEN MEDIA MASSA (Part 2)

Dalam membentuk sebuah perusahaan, setidaknya perusahaan harus mempunyai empat elemen penting. Elemen-elemen tersebut adalah visi, misi, tujuan, dan sasaran.

Visi merupakan sebuah kalimat mengenai cita-cita besar sebuah perusahaan. Biasanya visi mengungkapkan keinginan dari seorang pemimpin perusahaan untuk apa yang ingin dicapainya dalam membentuk perusahaan tersebut.

Misi adalah langkah-langkah yang diuraikan dan dipoinkan untuk mencapai tujuan besar dari perusahaan (visi). Tujuan biasanya berpedoman pada visi. Tujuan tidak boleh melenceng dari visi yang telah dibuat, karena hasil akhirnya pasti akan berbeda.

Sasaran adalah tujuan yang dapat diukur. Sasaran merupakan arah dari perusahaan atau strategi dari perusahaan. Sasaran terfokus kepada empat elemen yaitu modal, sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), dan teknologi (EQ). Sumber daya alam bersifat tidak menentu karena sumber daya alam biasanya tergantung oleh waktu.

Penyusunan dari visi hingga sasaran disebut sebagai Perencanaan strategis. Perbedaan perencanaan strategis dan perencanaan biasa terletak pada tahap pencapaian, waktu, dan modal. Kerugian dari perencanaan strategis adalah akan ada bayaran (cost) yang mahal apabila tujuan perusahaan berubah dan langkah panjang yang ditempuh setelah perubahan tujuan terkesan sia-sia. Rencana adalah uraian tentang apa yang ingin kita capai dan diumumkan ke kolega. Rencana harus mempunyai poin-poin detail. Rencana jangka panjang berkisar antara 5 hingga 10 tahun, rencana jangka menengah berkisar antara 1 hingga 5 tahun, dan rencana jangka pendek berkisar antara 1 minggu hingga xx bulan.

Tidak semua rencana dapat terlaksana. Perusahaan harus mempunyai plan B, tetapi tidak jauh-jauh dari rencana awal. Oleh karena itu, dibutuhkan rencana taktis. Rencana taktis adalah langkah-langkah yang diambil biasanya menyimpang dari strategis, tapi tidak terlalu jauh menyimpang. Kata lainnya adalah improvisasi. Fungsi dari rencana taktis adalah menghindari halangan dan mengecoh pihak lain.

Sebuah perusahaan juga harus memperhatikan Return of Investment (ROI).  ROI adalah ukuran untuk mengukur keberhasilan perusahaan. ROI dihitung dengan cara laba bersih dibagi dengan modal yang ditanam dan dikalikan dengan 100%. Standar keuntungan dari sebuah perusahaan biasanya 10%-20%. Apabila kurang dari nila tersebut, maka perusahaan dianggap merugi.

Pengertian Manajemen Media Massa

MANAJEMEN MEDIA MASSA (Part 1)

Manajemen merupakan sebuah kegiatan untuk mencapai apa yang telah diatur dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. Jadi, manajemen media massa adalah cara untuk mengelola sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya teknologinya.

Media massa terbagi menjadi media massa komersial dan media massa sosial. Media massa sosial adalah media massa yang belakangan ini dikenal dengan nama media sosial (Medsos). Media massa komersial terbagi lagi menjadi media massa cetak dan media massa elektronik.

Media massa cetak adalah media massa yang penerbitannya dalam wujud fisik (nyata) seperti koran, majalah, dan tabloid. Media massa elektronik adalah media massa yang dalam penyampaian informasinya melalui sebuah transmisi atau jaringan untuk mengakses wilayah yang telah ditentukan. Contoh dari media massa elektronik televisi dan radio.
Diantara kedua jenis media massa komersial tersebut, terdapat satu jenis lagi media massa komersial. Yaitu media massa banci. Media massa banci adalah media massa yang merupakan peralihan antara cetak dan elektronik. Contohnya adalah media massa cetak yang dimuat didalam sebuah situs web atau jaringan internet.

Sekedar informasi, media massa cetak yang pertama kali mengakui media eletronik adalah Washington Post. Awal tahun 90an, Washington Post mengenalkan digital ink. Digital ink akan memasukkan semua file atau data kedalam sebuah server. Dengan sambungan internet (dial-up), kita dapat mengetahui data-data apa saja yang ada didalam server.

Perbedaan dari media massa komersial dan media massa sosial yaitu media massa sosial tidak mementingkan akurasi data karena media massa sosial lebih bersifat terbuka dan bebas. Sedangkan media massa komersial membutuhkan akurasi data dalam penyampaian sebuah informasi.

Media berita sekarang ini harus mempunyai situs web dengan tujuan untuk mudah mengupdate setiap perkembangan dari suatu isu atau masalah.